Perayaan st. Dominikus sekaligus pembukaan tahun ajaran bagi para Aspiran baru

Surabaya – dominikanid.org, Hari Minggu tanggal 8 bulan delapan dan tepat pukul delapan pagi kami komunitas Dominikan Indonesia di Surabaya merayakan suatu hari yang sangat berarti dalam ordo Dominikan. Pesta st. Dominikus; pendiri dan pelindung ordo Predicatorium atau yang lebih dikenal dengan ordo Dominikan. Tak hanya itu, perayaan Ekaristi kali ini juga merupakan perayaan syukur atas pembukaan tahun ajaran baru buat Aspiran ordo  Dominikan yang baru.

Perayaan Ekaristi ini diadakan di kapela kecil yang berada tepat di sudut gedung pastoran Redemptor Mundi di lantai kedua. Dalam kata pengantarnya romo Adrian mengatakan bahwa walaupun perayaannya sangat sederhana, tapi yang terpenting adalah maknanya bagi kita. Memang benar perayaan ekaristinya sangat sederhana. Kami semua berjumlah enam orang termasuk romo Adrian. Ada Seto dan Agus; aspiran Dominikan untuk tahun ini, dan juga ada Hardi dan Steven anak muda Katolik paroki Redemptor Mundi dan juga saya sendiri.

Dalam Kothbahnya, romo Adrian, OP mengatakan bahwa mimpi itu perlu bagi setiap kita, tapi jangan jadikan mimpi itu sebagai ambisi pribadi. Orang menjadi sukses itu karena mereka mempunyai mimpi. Sesungguhnya orang yang paling miskin di dunia ini adalah orang yang tidak mempunyai mimpi dan harapan.

Sama halnya dengan St. Dominikus. Karena mimpinya yang besar akhirnya ia mampu mebuat suatu perubahan yang Sangat  besar dalam hidup gereja zaman itu. Pada zaman st. Dominikus muncul kelompok bidaah Albigensian yang mempunyai pengaruh sangat besar saat itu. Pada zaman itu juga kuasa untuk berkothbah hanya dikhususkan bagi para Uskup. Melihat situasi seperti itu, st. Dominikus menghadap Paus dan meminta supaya ia diijinkan untuk membentuk sebuah ordo baru dimana para imam juga bisa berkothbah. Mendengar hal itu Paus tertawa dan mengatakan bahwa st. Dominikus itu adalah orang yang sangat berambisi. Tapi karena mimpinya yang besar itu, st. Dominikus tidak pernah menyerah dan hingga akhirnya ia mendapat restu dari Paus.

Di akhir perayaan Ekaristi itu, romo Adrian mengucap selamat datang buat para Aspiran yang baru; Agus, Seto, dan Hani( yang Belum datang  ). Romo berharap supaya mereka bisa menikmati dan menggunakan waktu mereka di tempat ini sebaik-baiknya. Wellcome. Setelah perayaan tersebut kami melanjutkannya dengan perayaan sederhana di ruang makan paroki Redemptor Mundi dalam semangat persaudaraan St. Dominikus.***

[pullquote]Mimpi itu perlu bagi setiap kita, tapi jangan jadikan mimpi itu sebagai ambisi pribadi. Orang menjadi sukses itu karena mereka mempunyai mimpi. Sesungguhnya orang yang paling miskin di dunia ini adalah orang yang tidak mempunyai mimpi dan harapan –  Adrian Adiredjo OP[/pullquote]

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *